Bukan apa apa

Assalamu'alaikum,
Lama rasanya ngga posting.
Dan tibatiba keinginan untuk posting muncul setelah baca artikel sahabat haq.

Yaa, isi dari capture diatas:

Seorang ibu rumah tangga, tanpa tontonan sinetron tak mendidik serta infotainment berisi gosip tetaplah seorang ibu rumah tangga

Seorang mahasiswi,tanpa sumpah serapah tanpa ucapan kasar yg katanya 'gaul' serta tanpa nongkrong2 tak berguna tetaplah mahasiswi.

Seorang pedagang tanpa promosi dusta dan tipuan tetaplah pedagang. Bahkan sangat baik.

Apapun latar belakang kita, jgn pernah lengah hanya karna masyarakat MENDOKTRIN pikiran kita bahwa kejelekan2 'kecil' itu 'wajar'
Ingatlah, setiap kejelekan akan membawa kita jauh dari Al-Qur'an.
Maka jika kita sudah mendedikasikan diri untuk menjadi sahabat dari alqur'an, jadikanlah ia sebagai pedoman. Apa yang mereka anggap wajar, belum tentu qur'an membenarkan

Entah tetiba pas abis baca artikel itu langsung refleks keluar air mata.
Ngga lebay sih, bukan apa apa.
Cuman rasa syukur.

Syukur, diberi Alloh kesempatan, satu kali hidup didunia, tidak menyianyiakan fasilitas yg ada
I mean,
Masa muda kuh😂

Gambarannya seperti ini :
Seorang gadis remaja perempuan, tanpa pernah ikut rayain ulang tahun temen atau merayakan ulang tahun sendiri disaat yg lain hura hura di acara sweet seventeen mereka, tanpa pernah punya boneka satupun dikamarnya, tanpa memakai kuncir rambut ataupun pita lucu pas ngemall, tanpa ngegandeng pacar dan nonton bioskop wkwk, dan dia tetaplah perempuan.

anw, Jadi inget masalah boneka:'D dari kecil aku ngga pernah punya boneka.
Dibiasain sama bapak. Tiap ada boneka, dapet dari beli tas, ga akan bertahan lama, palinh sejam. Abis itu menghilang, entah keatas genteng atau tempat sampah😂
Sampai nangis dalam diri sendiri "elin juga pengen kaya anak2 perempuan yg lain:("

Entah dari mana fikiran itu muncul, mendedikasikan masa mudaku untuk yg kucintai. Yg ku ingat saat itu aku mendengar suatu dalil: siapapun yg mengorbankan masa mudanya fi sabilillah, menjadi pemuda yg menggantungkan hayinya di msjd, maka kelak, Allohkan menggantinya sebagaimana 43 org yg mati syahid, dan kedudukannya di surga setara para nabi. Wow!  Gitu deh fikiran gadis remaja yg sedikit rumit disaat dia ditawari masuk club cheers kala itu😂 no! Thats not my world. #dulu sebelum mondok kan aku SMA nya di SMA3 sby, pusatnya cheers se indonesia😂

Nyesek,
Saat semua teman sekelas sibuk ngurusin snmptn,
Dan aku?
Sekali lagi aku mau mengorbankan satu tahunku kok.
Tidak kuliah dulu. Fikirku waktu itu "kamu hebat lin kalau kamu berani ambil keputusan untuk ngga kuliah dulu, ngga sembarang org seberani kamu" maksutnya berani pengangguran setahun wkwk. ah itu aja, alibi sih untuk menguatkan diri sendiri:')

Intinya, jangan lengah hanya karna masyarakat mendoktrin sesuatu "ini harusnya begini, itu harusnya begitu" tidak, hidup tidak melulu soal 'kebanyakan'

Jangan pernah takut miskin, jika tuhanmu ialah dzat yang maha kaya.

Jika kamu bisa menciptakan hal besar dengan memulai dari sesuatu yang kecil, mengapa bersusah

Jika kamu percaya intansurulloha yansurkum, knp harus resah?

Hey! Kamu merasa aman saat naik pesawat tanpa tahu siapa pilot yg mengemudinya,
Lantas mengapa kamu takut menjalani hidup padahal kamu sudah tau Alloh lah yg mengatur semua

Hikmah dari tulisan ini ialah,
Apapun kamu, siapapun kamu, bagaimanapun kamu, jangan lupa, tujuan akhir untuk apa, dan aku yakin kamu lebih cerdas, dimana seharusnya kamu mendedikasikan hiduo.

Tulisan ini dibikin saat aku ingat suatu waktu dimana akuh berfikir untuk FOKUS TUGASAN DULU LAHH NANTI INSYAALLAH BANYAK PERTOLONGANNYA ALLAh😂

Assalamu'alaikum

Aleen, 21 Agustus '17

Komentar